Crown gigi

Crown gigi adalah mahkota selubung yang berbentuk gigi,atau sarung gigi  yang diletakkan di atas gigi asli untuk memulihkan keindahan gigi.

Terbuat dari bahan porselen, campuran porselen dan metal atau full metal seperti emas yang disarungkan ke gigi untuk mengembalikan atau memperbaiki bentuk, ukuran, warna dan kekuatan gigi.

Pemasangan mahkota gigi biasanya digunakan untuk:

  1. Mengganti tambalan gigi yang luas – tambalan gigi biasanya digunakan untuk menutup lubang kecil di gigi yang disebabkan pembusukan akibat karies gigi atau gigi berlubang, kerusakan gigi karena trauma sehingga struktur gigi rusak dan patah. Bila sekitar lebih dari 50% gigi telah rusak atau hilang, dokter gigi biasanya mengganti tambalan yang luas dengan mahkota tiruan untuk memberikan perlindungan yang lebih baik.
  2. Memulihkan gigi setelah terapi saluran akar / root canal treatment – terapi saluran akar biasanya membuat gigi rentan, mudah patah dan rusak. Sehingga dokter gigi akan segera menempatkan mahkota gigi setelah perawatan saluran akar selesai.Tidak hanya untuk perlindungan, tetapi juga untuk mengembalikan bentuk gigi seperti semula.
  3. Melindungi bagian gigi yang rusak terutama di bagian cusp gigi/tonjolan pada gigi geraham – pemasangan mahkota gigi juga sering dilakukan untuk memperbaiki cusp gigi, yaitu bagian gigi yang menerima tekanan paling tinggi ketika seseroang mengunyah. Itulah kenapa cusp gigi lebih mudah rusak atau retak, tetapi dengan melindunginya dengan mahkota tiruan dapat mengurangi tingkat kerusakan.
  4. Memperindah tampilan dan bentuk gigi / estetika gigi– tekanan yang terus menerus pada gigi dapat mengganggu penampilan gigi. Misalnya dapat menyebabkan tampilan gigi mejadi kurang proposional seperti  email gigi asli menjadi rusak, sehingga membuat gigi lebih lunak dan rentan. Masalah umum lainnya meliputi perubahan warna, cacat gigi, jarak yang tidak wajar antar gigi atau gigi menjadi jarang-jarang (renggang). Semua masalah tersebut dapat diatasi dengan memasang  mahkota gigi.
  5. Mengganti gigi yang hilang / ompong– pemasangan mahkota gigi digunakan secara luas dengan gabungan implan gigi, yaitu akar gigi palsu yang dibuat dari bahan titanium yang aman bagi tubuh. Dalam tindakan implan, mahkota tiruan digunakan untuk mengganti gigi yang hilang. Atau dengan modifikasi beberapa mahkota gigi dapat dibuat crown and bridge yang fungsinya sama seperti implan gigi yaitu menggantikan gigi yang hilang atau ompong.
  6. Memulihkan dan mengembalikan bentuk gigi yang rusak akibat retakan atau kebiasaan buruk – tampilan dan bentuk gigi bisa rusak karena pengaruh dari proses mengunyah, menghaluskan, dan pengikisan oleh makanan terutama makanan asam. Selain itu kebiasaan orang yang sering menggeretakkan gigi pada saat tidur. Mahkota gigi tiruan dapat menyembunyikan ketidaksempurnaan apapun penyebabnya.

Proses pembuatan dan pemasangan mahkota gigi.

Secara umum mahkota gigi terbuat dari bahan keramik,porselen, gabungan metal dan porselen atau all metal tergantung dari indikasi, kebutuhan pasien atau bisa juga keinginan dari pasien sendiri.

Pemilihan bahan all porcelain biasanya dipilih untuk mahkota gigi yang akan dipasang pada gigi depan karena memiliki penampilan estetika yang baik dan sangat alami. Warna dapat disesuaikan dengan gigi-geligi asli di sebelahnya sehingga tidak tampak palsu dan menyatu.

Mahkota dengan bahan campuran metal dan porelen dipilih biasanya untuk gigi belakang atau gigi yang mendapatkan tekanan yang kuat seperti gigi geraham yang digunakan untuk mengunyah makanan.

Mahkota tiruan keramik, sebaliknya, cocok untuk semua gigi di mana pun posisinya di dalam mulut. Mahkota ini memiliki kekuatan seperti mahkota bahan campuran, dan tampilan alamiah seperti mahkota porselen.

Sedangkan mahkota gigi all metal sudah mulai jarang digunakan karena penampilannya yang tidak alami karena berwarna silver metal atau bahkan emas. Namun kelebihan mahkota gigi metal adalah pilihan yg paling kuat untuk menerima segala macam tekanan.

Sebelum dibuatkan mahkota gigi, gigi asli  yang akan ditutup mahkota gigi harus diasah terlebih dahulu. Apabila gigi masih hidup atau patah dan tidak sampai ke syaraf gigi maka sebelum dilakukan pengasahan gigi akan disuntukkan anastesi lokal sehingga pasien akan merasa baal dan tidak ngilu saat diasah.

Apabila kerusakan telah mencapai syaraf gigi maka perlu dilakukan perawatan saluran akar terlebih dahulu sampai selsai baru dipreparasi untuk pembuatan mahkota gigi.

Setelah proses pengikisan selesai, maka gigi akan di cetak untuk dibuatkan mahkota gigi di laboraturium. Proses nya kurang lebih selama satu minggu sampai mahkota gigi tersebut jadi.

Selama menunggu proses pembuatan mahkota gigi di laboraturium selesai, gigi asli yang sudah diasah akan ditutup dengan mahkota sementara atau tambalan sementara.tujuannya agar gigi tersebut tidak mengalami kerusakan lebih lanjut, menhindari rasa tidak nyaman atau ngilu, estetika pasien tetap baik.

Setelah makota jadi, maka mahkota akan direkatkan ke gigi asli yang sudah dipreparasi menggunakan semen atau lem gigi yang sifatnya permanen.

Setelah tindakan, terdapat risiko yang akan dialami pasien seperti berikut ini:

Rasa tidak nyaman atau nyeri ringan pada awal setelah pemasangan.

Alergi terhadap logam

Walaupun pada akhirnya rasa tidak nyaman dan sensitif akan hilang lama kelamaan karena sudah mulai terbiasa , namun reaksi alergi harus dilaporkan pada dokter gigi.

Walaupun bersifat permanen, Lama-kelamaan, mahkota juga akan rentan terhadap kerusakan. Mungkin akan retak, longgar, atau lepas.

Garis berwarna gelap di sekitar gusi juga mungkin akan muncul bila mahkota mengandung logam.

Disarankan untuk tetap kontrol setiap 6 bulan sekali.

CROWN GIGI

MACAM-MACAM CROWN

CROWN AND BRIDGE

CROWN ON IMPLANT